Pembentukan Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Kronik Sejarah
Mengenang Sejarah Pembentukan Kabupaten Hulu Sungai Selatan: Jantung Peradaban Banjar Hulu HULU SUNGAI SELATAN – Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dengan ibu kota Kandangan hari ini dikenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pariwisata petualangan Loksado, dan gerbang kebudayaan Banjar Hulu yang religius. Namun, di balik kemajuan wilayah ini, terdapat lembaran sejarah panjang mengenai perjuangan politik, hukum, dan administrasi pasca-kemerdekaan Republik Indonesia yang melandasi berdirinya kabupaten berjuluk Bumi Antaludin ini. Secara yuridis, pembentukan Kabupaten Hulu Sungai Selatan tidak terlepas dari dinamika penataan wilayah di Pulau Kalimantan pada awal dekade 1950-an, yang menandai peralihan dari sistem pemerintahan kolonial dan federal menuju kesatuan administratif Republik Indonesia. Akar Administratif: Era Afdeeling dan Karesidenan Sebelum berdiri sendiri sebagai sebuah kabupaten modern, wilayah Hulu Sungai Selatan pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan era pendudukan Jepang merupakan bagian dari wilayah administratif yang luas bernama Afdeeling Setraalan (Afdeeling Hulu Sungai) yang berpusat di Kandangan. Afdeeling ini mencakup seluruh wilayah yang hari ini kita kenal sebagai kawasan Banjar Hulu (Banua Enam). Pada masa itu, Kandangan sudah memegang posisi strategis sebagai pusat komando administratif dan militer karena letak geografisnya yang berada di tengah-tengah jalur penghubung pedalaman Kalimantan. Momentum Hukum: Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950 Pasca-penyerahan kedaulatan dan pembubaran Negara Kalimantan Barat/Kesultanan, pemerintah Republik Indonesia melakukan penataan ulang wilayah secara masif. Momentum krusial terjadi dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Administratif Kalimantan. Sebagai tindak lanjut dari undang-undang tersebut, Gubernur Kalimantan saat itu, dr. Murjani, melakukan pembagian sub-wilayah administratif yang lebih taktis. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Pem. 20/1/9 tanggal 29 Juni 1950, Provinsi Kalimantan dibagi menjadi beberapa Daerah Swatantra (Kabupaten). Dalam proses pemekaran Afdeeling Hulu Sungai yang sangat luas tersebut, lahirlah Daerah Swatantra Hulu Sungai Selatan sebagai entitas politik tersendiri yang mandiri, terpisah dari wilayah hulu sungai lainnya (seperti Hulu Sungai Utara dan Tengah). Penetapan Hari Jadi: Peristiwa 2 Desember 1950 Secara resmi, penataan dan serah terima urusan pemerintahan kepada kepala daerah (Bupati) pertama Kabupaten Hulu Sungai Selatan ditetapkan jatuh pada tanggal 2 Desember 1950. Tanggal inilah yang hingga kini diperingati oleh seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan setiap tahunnya. Bupati pertama yang dipercaya memimpin institusi pemerintahan di HSS adalah H. Sarkawi, seorang tokoh pergerakan dan pamong praja yang meletakkan fondasi awal sistem birokrasi, penataan tata ruang kota Kandangan, serta rekonsiliasi sosial pasca-perang kemerdekaan di wilayah hilir Pegunungan Meratus. Nama "Bumi Antaludin": Penghormatan Terhadap Nilai Kepahlawanan Identitas Kabupaten Hulu Sungai Selatan sangat melekat dengan sebutan Bumi Antaludin. Nama ini diambil dari nama seorang panglima perang lokal yang gagah berani, Panglima Antaludin, yang bersama-sama dengan Pangeran Antasari berjuang mati-matian melawan imperialisme Belanda dalam Perang Banjar. Pemilihan nama ini dalam narasi sejarah daerah bukan sekadar pelengkap, melainkan simbol bahwa karakter masyarakat Hulu Sungai Selatan adalah masyarakat yang tangguh, memiliki harga diri yang tinggi, berintegritas, dan pantang menyerah terhadap ketidakadilan. Menatap Masa Depan Berbasis Warisan Sejarah Dari sebuah wilayah bekas basis logistik gerilya di kaki Pegunungan Meratus pada tahun 1950, Hulu Sungai Selatan kini telah bertransformasi menjadi daerah yang maju tanpa kehilangan jati dirinya. Sejarah pembentukannya yang kental dengan semangat otonomi dan kerja keras menjadi modal utama daerah ini untuk terus berkembang di era modern. Pahami lebih dalam nilai sejarah dan budaya Bumi Antaludin. Kami menyediakan paket wisata edukasi dan sejarah yang akan membawa Anda menyusuri jejak-jejak masa lalu Kandangan, situs perjuangan kemerdekaan, hingga pusat pelestarian budaya Banjar Hulu. Hubungi kami untuk menyusun rencana perjalanan sejarah Anda!